Thursday, March 17, 2016

RUMAHKU MASIH NGONTRAK

Oleh :
Ustadz Syafiq Basalamah Hafidzahullah

Semua ingin memiliki rumah, sebagai tempat berteduh, bercengkerama dan  untuk manfaat lainnya.

Semua manusia berusaha untuk membangun rumah impiannya dengan cara yang berbeda-beda, tapi intinya bagaimana rumah itu bisa berdiri.

Namun  yang perlu diingat semua rumah yang dibangun manusia di muka bumi ini akan lenyap dan sirna ditinggal penghuninya.

Rumah yang abadi adalah di tempat yang abadi pula yaitu di surga.

Sebagaimana banyak cara untuk dapat memiliki rumah di dunia; Ternyata banyak cara pula untuk membangun rumah di surga. Allah memberikan banyak opsi bagi manusia, karena sebagai Sang Pencipta Dia mengetahui adanya perbedaan di antara hamba-hambanya dalam menentukan jalan dan caranya.

Di bawah ini ada beberapa amalan yang silahkan diamalkan bagi yang ingin memiliki rumah di surga, semua sesuai dengan kemampuan masing-masing:

1-     Melaksanakan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat dalam sehari dan semalam, Qabliah, ba’diah(terutama rawatib), dhuha, atau sunnah yang lainnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى الله عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهِنَّ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ))

“Tidaklah seorang muslim melaksanakan shalat sunnah untuk Allah pada setiap harinya sebanyak 12 raka’at selain shalat fardhunya, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga“. (HR Muslim)

2-     Membangun masjid.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan yang pertama, cobalah menyisihkan rizkinya untuk membangun masjid, jangan takut miskin karena  membangun rumah Allah di muka bumi ini, karena  Rizki kita itu dari Allah, dan Dia berjanji akan memberi ganti bagi kita di dunia dan membangunkan rumah untuk kita di surga.

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda, yang artinya: "Barang siapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga". (HR Bukhari Muslim)

Tapi kalau kita tidak bisa membangun masjid, semua dananya dari kocek kita, maka kita bisa berpartisipasi sesusai dengan kemampuan kita, kalau tidak bisa dengan duit, maka cobalah sekali-sekali menyisihkan waktu dan tenaga untuk membantu membangun rumah Allah, jangan berkata itu sudah ada tukangnya, kita membangun bukan karena dibayar, tapi kita sedang membangun rumah kita di surga,

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، أَوْ أَصْغَرَ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

"Barang siapa yg membangunkan sebuah masjid karena Allah, walaupun sekecil tempat bertelurnya burung Dara pasir, atau yg lebih kecil, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga". (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Albani, Shahih Jami' no: 6128)

Sesuatu yg kecil akan menjadi besar & dahsyat karena niat & tujuan yg baik & luhur.

3-     Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan kedua hal di atas, masih ada amalan lain yg bisa dilakukan; Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ قَرَأَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } عَشَرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ» .

"Barang siapa yg membaca surat (Qul Quwallahu Ahad) sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga". (HR Ahmad, dishahikan Albani, Sohihil Jami' no: 6472)

Subhnallah, sebuah amalan yg sangat ringan dg ganjaran yg begitu indahnya, akan tetapi hal ini tetap membutuhkan keikhlasan.

4-     Bersabar & memuji Allah tatkala mendapat musibah meninggalnya buah hati (anak)

Perkara yg satu ini membutuhkan perjuangan yg sangat berat, namun akan mudah bagi org-org yg beriman dg takdir Ilahi, semua yg terjadi sudah menjadi kehendak sang Pencipta yg Maha kuasa, semua pasti mengandung hikmah yg agung.

Sedih boleh, tapi jangan larut dalam samudra kesedihan, masih banyak tugas & kewajiban yg harus diselesaikan, yg mati sudah lebih dahulu terlepaskan dari beban dunia. Sementara yg hidup masih banyak tanggungan yg harus segera dikerjakan,  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yg artinya:

"Jika anak dari seorg hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: "Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-KU?", maka mereka berkata: "Iya, benar".

Kemudian Allah berkata: "Kalian telah mengambil buah hatinya?", maka para malaikat berkata: "Iya, benar".

Allah bertanya lagi : "Apa yg dikatakan oleh hamba-Ku" ?

"Dia memuji-Mu & berkata "Inna lillahi wa innaa ilaihi. raji'un" (Sesungguhnya kami milik Allah, & sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali", Jawab para malaikat.

Allah-pun berfriman: "Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, & namakan rumah itu; "RUMAH PUJIAN". (HR Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami' no: 795)

Memuji & menyanjung Allah ta'ala tatkala mendapat musibah maqamnya berada di atas maqam kesabaran.

5- Membaca doa tatkala masuk pasar.

Bila kita pergi ke pasar, maka jangan lupa untuk membaca do'a masuk pasar, karena yg membacanya dg ikhlash & mengharap ridha Allah Ta'ala, akan dibangunkan baginya rumah di surga, Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda yg artinya: "Barangsiapa yg masuk ke pasar & berkata :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

"Tiada tuhan yg berhak disembah melaikan hanya Allah yg esa, yg tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yg menghidupkan & Dia yg mematikan, & Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, & Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu. kebaikan, dihapuskan darinya seribu kali seribu dosa, & diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), & Allah akan membangunkan baginya rumah di surga". (HR Ahmad, Tirmidzi, dihasankan oleh Albani –Shahihul Jami' no : 6231)

Mungkin kita berfikir amalan ini mudah & ganjarannya begitu dahsyat, tapi ingat betapa seringnya sebagian dari kita tidak membacanya???

Karena setan-setan penjaga pasar tidak akan pernah lupa untuk membuat kita lupa melakukannya.

Dan sebagai catatsebelumn di atas bukanlah anjuran agar banyak-banyak ke pasar, karena pasar tetap sebagai tempat yg paling dibenci oleh Allah, namun kalau kita harus ke pasar, jangan lupa membaca do'a di atas.!!!

6-     Tinggalkan kebiasaan berdusta, walaupun hanya bergurau.

Berbohong untuk menyegarkan suasana bersama, seringkali menjadi opsi sebagian org, padahal yg namanya berbohong tetaplah tidak boleh. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yg artinya:

“Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yg meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Shihihah no:273)

Sudah saatnya kita berhati-hati dalam berbicara, walaupun dalam kondisi bersenda gurau.

7-     Meninggalkan perdebatan walaupun merasa pendapatnya adalah yg benar.

Manusia memiliki instink untuk mempertahankan pendapatnya & menunjukkan eksistensi dirinya, apalagi dalam kondisi-kondisi spesial, & Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yg meninggalkan berbantah-bantahan walaupun pendapatnya yg benar.

Khususnya dalam urusan-urusan dunia, demi menjaga perasaan saudara sesama muslim, apalagi kalau itu di antara. suami istri yg kerap kali berbantah-bantahan dalam urusan sepele, sehingga terjadi keributan yg berkepanjangan di antara mereka. Maka meninggalkannya walaupun pendapat kita yg benar adalah suatu kemuliaan. Mungkin kita pernah mendengar org menyebutkan (yg waras ngalah), ini adalah benar adanya.

Sebuah rumah di surga telah dijaminkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bagi mereka. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani dalam Shohih Targhim 3/6)

Disebutkan Bahwa Nabi Dawud berpesan kepada putranya, “Wahai anakku! Jauhilah perdebatan. Sesungguhnya ia itu manfaatnya sedikit, & ia menyulut permusuhan di antara sesama saudara”. (Faidhul Qadir, al Munawi 5/5)

8-     Menutup celah di antara Shaff Shalat.

Bila kita mendapat celah di antara Shaff shalat, seperti yg banyak kita dapati di negeri kita, seakan-akan setiap org memiliki kekuasaan masing-masing, sehingga saling berjauhan shaffnya, maka tutuplah celah itu, sambunglah shaff itu, Allah akan membangunkan rumah di surga bagi yg melakukannya.

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

"Barangsiapa yg menutup celah di Shaff niscaya Allah akan mengangkat baginya satu derajat & membangunkan untuknya rumah di surga". (HR.Thabrani, dishahikan Albani, Shohihah no: 1892)

9-     Berhijrah.

Berhijrah yakni berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yg tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam ke tempat yg dapat ditegakknya syiar-syiar Islam, & Hijrah adalah suatu kewajiban yg berlanjut sampai hari Kiamat. Di balik kewajiban ini ada suatu keutamaan yg Allah janjikan, Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda, yg artinya:

"Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yg  beriman kepadaku & masuk Islam serta berhijrah". (HR.Nasai, Shohih Jami' no: 1465)

10- Berjihad di jalan Allah Ta'ala.

Para mujahidin di jalan Allah mendapatkan tiga buah rumah:

di pinggiran surga, di tengah surga & di tempat tertinggi di surga, sebagaimana hal itu disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadist Fudhalah bin Ubaid (HR.Nasai, Shohih Jami' no: 1465)

Tiga rumah spesial ini dikhususkan bagi mereka yg benar-benar berjuang untuk menegakkan kalimat Allah Ta'ala di muka bumi.

11- Husnul Khuluq

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda: "Aku menjaminkan sebuah rumah di tempat yg tertinggi di surga, bagi yg akhlaknya mulia". (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami' no: 1463)

Inilah beberapa opsi bagi yg ingin memiliki rumah di surga kelak, rumah yg tiada duka, tiada susah, tiada gundah, namun waktu membangunnya adalah tatkala kita berada di rumah yg penuh dg duka & gundah, di dunia ini.

Semoga Allah memudahkannya untuk semua…. Aamiin !

*****
Diatas Manhaj Salafus Shalih

Monday, March 14, 2016

KITAB ARBAIN AN-NAWAWI

Ringkasan Kajian Masjid Nurul Iman Blok M Square, Jakarta Selatan
Sabtu. 12 Maret 2016
Ust. Abu Yahya Badrussalam

KITAB ARBAIN AN-NAWAWI
Tema  : NIAT

Niat secara bahasa adalah keinginan yang kuat. Niat bersumber dari hati nurani manusia yang hendak muncul saat ingin melakukan suatu perbuatan, baik perbuatan yang baik atau yang buruk

Niat ada 2 macam, yaitu niat amal dan niat karena Allah Azza wa jalla. Fungsi dari niat adalah membedakan ibadah dengan adat istiadat.

SYARAT SAH NIAT

*ISLAM

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dari padanya, dan ia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imron: 85).” [Tafsir Ibnu Katsir, 2/52]

*TAMYIZ

Tamyiz adalah usaha yang dapat membedakan yang haq dan yang bathil. Contohnya seperti seorang anak yang sudah berumur 7 tahun sudah dianggap niat untuk ibadahnya adalah SAH. Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

مُرُوا الصَّبِيَّ با الصّلاةِ إذَا بلغ سبع سنين، وإذا بلغ عشر سنين فاضرِبوه عليها

“Perintahkanlah anak-anak untuk mendirikan sholat ketika dia berumur tujuh tahun. Dan ketika dia telah berumur sepuluh tahun, maka pukullah dia kalau dia meninggalkan sholat.” (HR. Abu Daud dan lain-lain dari jalan Sabrah bin Ma’bad)

Tapi, menurut pendapat ulama Muhayiz tidak terpatok oleh umurnya. Imam Syafi'i mengatakan Muhayiz di bawah umur 7 tahun sangatlah jarang. Sebagai contoh, jika seorang anak berumur 7 tahun sudah melaksanakan haji, maka niat dan ibadahnya dianggap sah. Lalu bagaimana jika dia sudah beranjak dewasa ? apakah ibadah hajinya diwajibkan ? kata Imam Syafi'i :

"apabila seorang anak kecil sudah haji sebelum baligh, maka diwajibkan haji kembali setelah dia baligh"

*BERILMU TENTANG APA YANG DINIATKAN

Sebelum melakukan ibadah, pelajari dulu apa hukumnya. Sebagai contoh, jika ingin mengerjakan shalat Subuh, maka kita harus tahu bahwa hukumnya adalah wajib. Saat ingin mengerjakan shalat Tahajjud, maka kita tahu bahwa hukumnya adalah sunnah. Sehingga kita dapat membedakan niat perbuatan yang mana yang didahulukan.

*ANTARA NIAT DAN YANG DINIATKAN TIDAK SALING MENIADAKAN

Sebagai contoh, saat wanita berniat shalat, tiba-tiba ada uzur (seperti haid), maka niatnya menjadi batal. Contoh lain saat kita berniat berpuasa, saat terlintas di dalam hati untuk membatalkannya, maka niat berpuasa itu pun akan menjadi batal juga. Dari contoh tersebut, bisa ditarik kesimpulan, saat kita berniat melakukan suatu perbuatan dan terlintas sesuatu yang membatalkan niat, maka niat awalnya menjadi batal

*NIAT BERADA DI AWAL AMAL PERBUATAN

Segala amal perbuatan diawali dengan niat awalnya. Jika niat awalnya baik, maka baik juga perbuatannya. Jika niat awalnya buruk, maka akan jadi buruk juga perbuatannya.
Contoh : orang yang berniat bersedekah karena Allah ta'ala  akan mendapat keberkahan dan pahala. Namun, jika niat awalnya untuk riya atau sombong, maka sedekah yang diniatkan tidak akan membawanya pada keberkahan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

َ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Terkecuali puasa sunnah. Jika niat berpuasa hari ini, maka amal perbuatannya  bisa dikerjakan esok harinya atau keesokannya lagi.

*NIAT TIDAK BOLEH DIPUTUSKAN DI TENGAH JALAN

Saat kita berniat untuk melakukan sesuatu perbuatan, dan diputuskan di tengah jalan saat sedang mengerjakan perbuatan itu, maka akan menjadi amal yang sia-sia
Contoh :
Saat sudah berniat mengerjakan shalat Dzuhur lalu dia menundanya sampai shalat Ashar, maka niat shalat Dzuhurnya sudah terputus di tengah-tengah.

*TIDAK BOLEH DIPERSEKUTUKAN DENGAN NIAT YANG LAIN

Contoh : shalat Dzuhur sudah diniatkan dikerjakan 4 rakaat, tidak bisa shalat Dzuhur diniatkan dengan mengerjakannya 2 rakaat saja. Lain halnya dengan yang sunnah

Pendapat Jumhur ulama, banyak niat boleh dikerjakan dalam satu perbuatan dengan beberapa syarat.
~sama-sama satu level ( sunnah dengan sunnah)
Contoh : shalat wudhu dengan shalat tahiyat masjid bisa dikerjakan dua rakaaat saja dengan satu niat ( wudhu dengan tahiyat masjid)
~tidak dalam rangka mengqadha

Dalil yang menjelaskan :

( إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ...)

"Jika salah dari kalian hendak melakukan sesuatu, maka rukuklah dua kali (shalat dua rakaat) selain shalat fardhu, kemudian bacalah 'Allahumma inni astakhiiruka bi'ilmika..' (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pilihan yang baik dari-Mu dengan Ilmu-Mu'…. "

HUBUNGAN NIAT DENGAN PAHALA DAN DOSA

~ Hubungan Niat dengan Pahala

Kita tidak akan mendapatkan pahala kecuali dengan niat.

Contohnya, pernikahan yang niatnya karena memenuhi syahwat tidak akan mendapatkan pahala. Kecuali niat pernikahannya adalah untuk mendapatkan keberkahan, maka akan membawa keberkahan dan pahala dalam rumah tangganya

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَـا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ، قَالَ : «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّـئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِهَـا فَعَمِلَهَا ، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ». رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِـيْ صَحِيْحَيْهِمَـا بِهَذِهِ الْـحُرُوْفِ

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahiih mereka]

Orang yang berniat untuk berbuat baik tidak lepas dari 2 keadaan

KEADAAN PERTAMA
~ jadi mengamalkan niat baik
~ tidak jadi mengamalkan niat baik

Mari kita jelaskan satu per satu

*JADI MENGAMALKAN NIAT BAIK

Barangsiapa yang berniat mengerjakan kebaikan, maka akan Allah tulis sebagai satu kebaikan. Barangsiapa yang berniat dan mengerjakan amal kebaikan, maka akan Allah tulis 10 kebaikan bahkan sampai 700 kali lipatnya.

Ada amal ibadah yang pahalanya tanpa batas. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (١٠)

”Katakanlah: ’Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.’” (QS. Az-Zumar: 10)

*TIDAK JADI MENGAMALKAN NIAT BAIK

Penyebabnya ada dua, yaitu tidak jadi karena ada uzur, dan tidak jadi karena malas.

KARENA ADA UZUR

Saat kita berniat mengerjakan shalat Tahajjud, lalu tiba-tiba sakit kepala, maka niatnya akan dihitung sebagai satu kebaikan, meskipun tidak dikerjakan apa yang diniatkannya.

Keadaan ini masih bisa dijabarkan

1.Punya Kebiasaan
Contohnya, saat shalat tahajjud sudah menjadi kebiasaan. Saat keesokan harinya dia ingin mengerjakan tahajjud tapi ada uzur, maka pahalanya tetap dihitung sempurna

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا.

“Apabila seorang hamba sakit atau safar, ditulislah baginya pahala perbuatan yang biasa ia lakukan ketika mukim dan sehat.”

2.Karena Ada Uzur tanpa Kebiasaan
Saat ingin shalat tahajjud namun ada uzur ( tahajjudnya bukan kebiasaannya), maka kebaikan niatnya hanya dihitung satu kebaikan

KARENA MALAS

Saat kita ingin mengerjakan shalat fardhu, kita menunda-nundanya sampai tiba waktu shalat wajib lainnya. Maka niatnya tidak akan dihitung sebagai kebaikan karena rasa malas dan menunda-nunda yang menghapus niat shalatnya

Niat itu lebih baik dari amalnya. Seperti sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, walaupun sudah niat tapi tidak dikerjakan tetap mendapat satu kebaikan tergantung dari keadaannya

~ Hubungan Niat dengan Dosa

Kita tidak akan mendapatkan dosa kecuali dengan niat. Orang yang berniat buruk juga tidak lepas dari dua keadaan

*JADI MENGAMALKAN NIAT BURUK

Contoh : Saat kita haus, kita akan mencari air untuk diminum. Saat kita menemukannya dan meminumnya, ternyata yang diminum adalah Khamr. Ini tidak akan menimbulkan dosa karena ketidak tahuannya.

Berbeda dengan saat kita berniat untuk minum khamr, saat kita minum ternyata air putih yang diminum. Ini akan menimbulkan dosa karena dosa itu dihitung dari niat awalnya yang ingin meminum Khamr, bukan karena ketidak tahuannya.

*TIDAK JADI MENGAMALKAN NIAT BURUK

Tidak jadi mengamalkan dosa akan tetap mendapatkan dosa dan dihitung sebagai satu keburukan, karena niat awalnya sudah buruk namun tidak jadi mengerjakannya, tergantung dosanya besar atau kecil

Jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil, karena akan menjadi dosa yang besar

Beberapa keadaan saat dosa kecil bisa menjadi dosa besar
- Menganggap remeh dosa kecil
- Dosa kecil dilakukan terus menerus
- Ada tokoh terpandang yang melakukan dosa lalu kita mengikutinya

Dosa tergantung dari tempat dan waktunya. Dan jangan sampai kita mengerjakan dosa di tempat dan waktu yang mulia

Tempat yang mulia : Tanah Haram ( Mekkah )
Waktu yang mulia : di sepertiga malam, waktu selepas Ashar, hari Jumat, dan bulan-bulan Haram (Dzulqodah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

{إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (36) }

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Jika kita berniat meninggalkan dosa karena Allah ta'ala, maka akan dihitung sebagai satu kebaikan. Namun, jika kita berniat meninggalkan dosa bukan karena Allah ta'ala, maka kita tidak akan mendapatkan pahala dan tidak juga mendapatkan dosa

Abu Hurairah r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:

"Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku, apa-apa yang masih tergerak dalam hati selama belum dibicarakan atau dilaksanakan" (dikerjakan). (Bukhari, Muslim)

Ada beberapa contoh kecil juga, saat kita meninggalkan dosa karena usaha :
*Saat kita berniat untuk berzina dan mencari tempat prostitusi. Tiba-tiba ada razia oleh polisi, Maka niat buruknya menjadi batal
*Saat kita berniat berzina dan tidak menemukan tempat menyalurkan syahwatnya, maka niat buruknya juga menjadi batal.

Tapi dari contoh tersebut, orang itu akan tetap mendapat dosa karena niat awalnya sudah buruk

Sesama Muslim pun akan mendapat dosa jika mereka memiliki niat buruk yang sama, dan tempatnya adalah di Neraka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

Abu Bakrah Nufa’i bin Harits Ats Tsaqafi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِى النَّارِ » . فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ « إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِه
ِ
“Apabila dua orang Islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada di dalam neraka.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah wajar yang membunuh masuk neraka, lantas bagaimana gerangan yang terbunuh?” Beliau menjawab, “Karena ia juga sangat berambisi untuk membunuh sahabatnya.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 31 dan Muslim no. 2888)

HUBUNGAN NIAT DENGAN HALAL DAN HARAM

Hukum di dalam Islam ada 5 macam, yaitu Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, dan Haram. Semua hukum ini bisa menjadi saling terkait dan menentukan akan menjadi halal atau haram

Sesuatu yang Haram bisa menjadi Mubah, jika keadaannya darurat sekali
Contoh : saat kita berada di dalam hutan dan tidak terlihat sesuatu yang dapat dimakan, maka memakan bangkai diperbolehkan

Niat yang Wajib adalah segala sesuatu yang tidak sempurna jika tidak disempurnakan dengan sesuatu yang lain. 

Contoh : wanita wajib menutup auratnya. Maka membeli pakaian yang syar'i dan menutup aurat akan menjadi wajib untuk bisa menyempurnakan niatnya untuk menutup aurat.

Segala sesuatu yang haram tidak bisa menjadi halal karena niat. Contoh :
~ mencuri untuk memberi makan anak yatim piatu
~ korupsi untuk mendanai pembangunan Masjid

Meskipun niatnya baik tapi jika caranya adalah cara yang haram, maka amalan itu tidak akan menjadi halal karena caranya sudah Haram

Monday, February 15, 2016

CERITA DARI KOTA RIYADH

Aku mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu muslim kulit hitam yang juga bekerja di hotel ini. Beberapa bulan belakangan aku tak lagi melihatnya. Biasanya ia bekerja bersama pekerja lain menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh .

Hari itu Ammar tidak terlihat, karena penasaran, saya coba tanyakan kepada Iqbal .
“Oh kamu tidak tahu?” jawabnya balik bertanya dengan bahasa Inggris khas India.
“Iya, beberapa minggu ini dia tak terlihat di mushola.”
Selepas itu tanpa diduga Iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.

Ternyata Amar datang ke kota Riyadh lima tahun lalu. Ia datang ke negeri ini dengan tangan kosong, dan nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di kota ini. Saudi Arabia memang memberikan free visa untuk negara negara Arab lainnya termasuk Sudan, maka Ammar bisa bebas mencari kerja disini asal punya pasport dan tiket.

Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat. Do’a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini demi keluarganya ternyata saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal bersa,a teman temannya. Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan. Ia tetap mencari kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.

Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat, bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir. Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di kota ini.

Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana kota yang garang, tapi amar tetap bertahan dalam kesabaran.
Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.

Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia, hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Di hampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..

Amar seperti terjerat di belantara kota ini. Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya disana, itu tekadnya. Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya. Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan haus untuk raganya disini.
Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.

Tapi Ammar pun manusia.
Di tahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah. Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan, tekadnya telah bulat untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di Sudan.

Saat itu ia tidak memiliki uang meski sebatas untuk tiket pulang. Ia terpaksa menceritakan keinginannya untuk pulang kepada teman2 terdekatnya. Dan salah satu teman baik Ammar memberinya sejumlah uang untuk membeli tiket ke Sudan.
Hari itu juga Ammar berpamitan pada teman2nya, ia pergi ke sebuah agen perjalanan di Olaya- Riyadh, untuk membeli tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, negara tetangganya. Saat itu tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.
Akhirnya ia membeli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan. Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.Tadi pagi ia tidak sarapan , siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan keadaan itu.

Adzan dzuhur bergema, semua toko toko, supermarket, bank, dan kantor pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security kota berjaga jaga di luar kantor menunggu hingga waktu shalat berjamaah selesai. Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh. Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu, membasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air. Lalu ia masuk ke dalam mesjid, shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.
Hanya disaat shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban dunia yang menghimpitnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.

Shalat telah selesai.
Ammar masih bingung kemana harus melangkah, sedangkan penerbangan masih seminggu lagi.
Dilihatnya beberapa mushaf Al Qur’an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengambil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur’an hingga adzan ashar tiba menyapanya, selepas maghrib ia masih di sana. Akhirnya Ammar memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.

Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya, seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota. Ia selalu mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing. Adzannya memang khas, hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince (Putra Raja Saudi) di kota itu juga terpanggil untuk shalat subuh berjamaah disana. Adzan yang juga ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.

Di tiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya. Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis, Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.

Amar sudah duduk diruang tunggu bandara, tampaknya penerbangan sediikit tertunda. Ammar melamun dan kecemasan mulai menghantui dirinya. Ia harus pulang tanpa uang sedikitpun, padahal lima tahun ia terus bekerja keras.
Namun ia memahami, inilah kehidupan dan dunia hanyalah persinggahan sementara. Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta dengan mengeluh. Ia tetap berjalan walau tertatih memenuhi kewajiban sebagai Hamba Allah, dan sebagai imam dalam keluarganya.

Tiba tiba dari speaker bandara terdengar suara memanggil namanya. Belum hilang rasa terkejutnya, tiba2 datang sekelompok orang berbadan tegap menghampirinya. Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata “Prince memanggilmu”. Ammar semakin bingung ada apa Prince memanggilnya?
Kerajaan Saudi memiliki banyak Prince dan Princess (Putra dan Putri Kerajaan) , mereka tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini dan tinggal di istana masing masing.

Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil untuk sholat. Hingga suatu hari suara Ammar beradzan tak terdengar lagi . Prince merasa kehilangan dan saat mengetahui bahwa sang muadzin pulang kenegerinya. dia langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar .

Ammar sudah tiba di istana dan Prince menyambutnya dengan ramah sambil menanyakan mengapa Ammar ingin kembali ke negerinya. Lalu ia mulai bercerita bahwa sudah lima tahun bekerja di kota Riyadh tapi tak pernah mendapatkan kesempatan kerja yang tetap serta gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya di Sudan.

Prince mengangguk nganguk dan bertanya:
“Berapakah gajimu dalam satu bulan?”
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji berbulan bulan. Prince memakluminya, lalu beliau bertanya lagi:
“Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu terima ?”
Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun ini.
“Alhamdulilah, SR 1.400 “, jawab Ammar.

Prince langsung memerintahkan bendahara untuk menghitung 1.400 Real dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (84 Ribu Real = Rp. 184. 800.000). Lalu Prince menyerahkan uang tersebut kepada Ammar.

Tubuh Amar gemetar melihat keajaiban dihadapannya, belum selesai bibir mengucapkan Al Hamdalah, Prince menghampiri dan memeluknya seraya berkata:
“Aku tahu cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini, lalu kembalilah setelah 3 bulan. Saya siapkan tiket untuk kamu dan keluargamu kembali ke kota Riyadh. Jadilah Bilal di masjidku dan hiduplah bersama kami di Palace ini.“

Ammar tak dapat menahan air matanya, ia bukan terharu karena menerima sejumlah uang walau uang itu sangat besar artinya bagi keluarganya yang miskin. Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikan hambanya, kesabaran selama lima tahun berakhir dengan indah.Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan Ammar.

Semua berubah dalam sekejap, lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar. tapi nothing imposible for Allah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.

Ini kisah nyata yang tokohnya masih berada di kota Riyadh, saat ini Ammar hidup cukup di sebuah rumah di dalam istana milik Prince. Ammar dianugerahi Allah hidup yang baik didunia, menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.
Subhanallah….seperti itulah buah dari kesabaran.

“Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya”. (NAI)

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

”Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.”  (Al Fushilat 35)

Allahu akbar! Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya.

Kisah nyata yang memberi pelajaran pada kita semua. Insya Allah yg terbaik akan diberikan Allah pada mereka yang berdoa dengan ikhlas dan terus berusaha.

Monday, February 1, 2016

CEMBURU PADA REZEKI ORANG

Allah Ta'ala berfirman,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
.
"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. " (QS. Az-Zukhruf: 32)
.
# Allah membagi rezeki itu begitu adil. Kenapa kita mesti cemburu pada rezeki orang lain?

Imam Ghazali rahimahullah menyebutkan fawaid dari nasihat Hatim Al-Asham:

Aku melihat manusia saling mencela dan saling membicarakan jelek (ghibah) satu dan lainnya. Aku dapati bahwa itu termasuk HASAD (cemburu atau iri) dalam harta, kedudukan dan pengetahuan.

Aku kemudian renungkan firman Allah Ta'ala (yang artinya), "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia." (QS. Az-Zukhruf: 32)

Aku sadari bahwa pembagian tersebut sudah ditentukan oleh Allah sejak takdir yang dahulu ada. 
Kenapa aku mesti HASAD (cemburu) pada rezeki orang lain? 

Itulah yang membuatku tetap ridha pada pembagian Allah.

Dinukil dari kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali, hlm. 57.

Wallahu waliyyut taufiq.
Moga kita semua diberi taufik untuk mengimani takdir dengan benar
.
---
.
Referensi:

Ayyuhal Walad. Cetakan pertama, tahun 1434 H. Al-Imam Al-Ghazali. Penerbit Darul Minhaj

Muhammad Abduh Tuasikal

Thursday, January 21, 2016

"Kemunculan Al Mahdi"

(Disampaikan Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc, dalam Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya pada 16 Januari 2016)

Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat Islam.

Nabi SAW dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat islam akan dibagi menjadi 5 periode:

1. Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW.

2. Periode Kekhalifahan dimana umat islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib.

3. Periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tanggal 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.

4. Periode pemimpin yang diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat islam mengalami masa masa yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.

5. Sebelum Akhir Zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu Kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.

Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:

1. Munculnya Dajjal
2. Turunnya Nabi Isa AS
3. Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dengan 999 Ya’juj dan Ma’juj.
4. Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh Khalifah islam.
5. Matahari terbit dari barat
6. Keluar binatang besar
7. Angin lembut yang mematikan seluruh umat islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.

Selanjutnya tanda-tanda besar kiamat ke 8, 9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena semua orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah SWT.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dajjal keluar… (lalu beliau menuturkan haditsnya, di dalamnya diungkapkan:) Kemudian Allah mengutus ‘Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah ‘Urwah bin Mas’ud, lalu beliau mencarinya (Dajjal), kemudian membinasakannya. Selanjutnya manusia berdiam selama tujuh tahun di mana tidak ada permusuhan di antara dua orang. Lalu Allah mengutus angin dingin dari arah Syam, tidak ada seorang pun di muka bumi yang memiliki kebaikan atau keimanan sebesar biji sawi di dalam hatinya melainkan Allah mencabut nyawanya, walaupun seseorang di antara kalian masuk ke tengah-tengah gunung niscaya angin tersebut akan memasukinya sehingga ia mencabutnya (mewafatkannya).” (HR Muslim)

"Sesungguhnya Allah akan mengirim angin dari Yaman yang lebih lembut dari sutra. Maka angin tersebut tidak akan membiarkan seseorang yang dalam hatinya terdapat keimanan walau sebesar zarrah kecuali akan diwafatkan." (HR Ahmad) 

DAJJAL dan AL-MAHDI

Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah ketika sungai/danau tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus.

Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu.

Siapa Al Mahdi?

Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad SAW dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

Tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi:

1. Salju turun di Arab.

Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi.

2. Bumi akan dipenuhi huru hara

Huru hara dan peperangan dan kedzaliman yang semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan-pembunuhan seperti di yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.

3. Banyak fitnah-fitnah/kedzaliman-kedzaliman yang terjadi di negeri Syam

Seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel.

4. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut/gaduh.

Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan perbedaan prinsip dan karakter. 3 putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim.

Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran.
Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika.

Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.

5. Mengeringnya sungai eufrat.

NASA pernah merilis bahwa 2014 sungai eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 sungai eufrat sudah kering total.

6. Muncul gunung emas di Irak

Lalu orang akan berbondong-bondong memperebutkan disana dan dari 100 orang laki-laki yang berperang disana maka 99 orang akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gunung emas tersebut. Oleh karenanya mereka telah mempersiapkan strategi untuk “mengamankan” (merampas) gunung emas tsb.

7. Muncul Ad Dukhon

Yaitu asap kabut yang sangat tebal 40 hari 40 malam sampai sampai asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita.

Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yang akan membentur bumi dg kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang. Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor-meteor tersebut. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.

Setelah itu Al-Mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yang membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang Badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah SWT akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah terjadi:
– banyak muncul penyanyi2 wanita
– banyaknya musik dan alat2 musik
– banyaknya orang meminum khamr atau minuman yg memabukkan.

Saat Dukhon terjadi maka keadaan manusia sama seperti ketika Nabi Yunus berada dalam perut ikan. Gelap, tidak ada oksigen, tdk ada makanan.

Maka Nabi SAW mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu Laa ilaha illa anta subhanaka inkuntu minadzolimin.

Dengan iman dihati kita dan doa zikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya dengan akan munculnya hujan meteor ini. Oleh karenanya Amerika, Rusia, Singapura dll saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yang bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup untuk beberapa bulan.

Setelah Al-Mahdi turun maka kita akan kembal ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunanya

Al Mahdi akan memimpin umat islam untuk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat islam melalui sistem kekhalifahan yang berbasis kenabian.

Negara-negara yang ditaklukan akan disatukan kembali dan diberi nama yang sama persis ketika zaman Nabi misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syam.

Bila sudah terjadi huru hara di negeri Syams, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba-lomba untuk beramal baik karena akhir zaman semakin dekat. Misalnya sholat jamaah di masjid, sedekah, puasa, tahajud, baca Quran, hafal quran dsb.

Sesuai hadits Nabi, umat islam juga diperintahkan untuk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Hanya iman dan amal sholeh yang akan menyelamatkan kita

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka maka tahun itu meteor jatuh, dukhon terjadi dan jamaah haji akan dibantai di mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin Umat Islam.

Lalu bagaimana cara kita ke Mekah utk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Wallahu A’lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal kebaikan didunia.

Monday, January 18, 2016

Merumuskan cara memperlakukan anak:

Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak:

1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.

2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.

3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

►ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya:

Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita – maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.

Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur, maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.

Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.

Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

►ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)

Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:

1. Melakukan sholat wajib 5 waktu
2. Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
4. Membiasakan membaca Al-Qur’an
5. Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
6. Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/ pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi.

Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setiap anak itu unik)

►ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah.

Berbicara dari hati ke hati Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa.

Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memberi Ruang Lebih Setelah measuki usia akil Baligh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita.

Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.

Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat. Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak- anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik- adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.

Semoga Allah memberikan kita anak-anak yang shaleh dan berbakti.

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38).

Sunday, October 18, 2015

Tak ada jalan kembali

Sering kali, kita “dimanjakan” oleh sebuah pilihan. Misalnya, saat memilih menjadi wirausahawan dengan keluar dari pekerjaan, kita “dimanjakan” dengan pikiran, “Kalau tak bisa sukses, perusahaan lama pasti akan menerimaku lagi.” Akibatnya, pikiran yang ada di “zona nyaman” itu justru membuat kita kurang bisa maksimal dalam menjalankan usaha. Beda dengan orang yang dipecat dari pekerjaan. Karena kepepet, ia akan mati-mati berjuang. Sebab, jika tak sukses, ia akan kesulitan meneruskan kehidupannya.

Banyak karya besar dunia yang justru muncul akibat “kepepet”. Karena tak ada jalan kembali, dan satu-satunya pilihan adalah maju ke depan, justru segenap potensi menjadi tercurahkan. Hal ini mengingatkan kita pada kisah salah satu sosok inspiratif yaitu mantan pemimpin redaksi Majalah Elle di Perancis. Jean-Dominique Bauby. Sang pemimpin redaksi majalah fashion kenamaan itu meninggal pada tahun 1996 silam di usia 45 tahun. Namun, sebelum meninggal, ia menuliskan catatan yang diberi judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).

Hebatnya, buku itu “ditulis” dalam keadaan lumpuh total! Ya, Jean tak punya “jalan kembali” ke kariernya yang cemerlang sebagai penulis andal dan pemimpin redaksi majalah Elle. Itu semua disebabkan oleh penyakit yang disebut locked-in syndrome, yang ia sebut dirinya “seperti pikiran di dalam botol”. Ia masih bisa berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Itulah satu-satunya cara berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya.

Dalam kondisi “tak ada jalan kembali” itu, Jean “menulis” dengan kedipan kelopak matanya. “Penerjemahnya”, Claude Mendibil, menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. Salah satunya, ia menulis: “Saya akan jadi pria paling bahagia di dunia, jika saya bisa dengan mudah menelan ludah yang memenuhi mulut saya.” Bayangkan, penderitaan seperti apa yang dialaminya. Namun, dengan kondisi itu, ia menulis buku terakhir yang menginspirasi dunia. Ia bahkan juga mendirikan asosiasi yang membantu orang-orang yang menderita seperti dirinya. Ia terus maju untuk menjadi “motivator” dengan caranya. Karena itu, sejak ia meninggal—yakni tiga hari seusai buku itu dicetak—kisah perjuangannya mampu menginspirasi banyak orang. Itulah sepenggal kisah orang yang “tak punya jalan kembali”, namun ia mampu terus maju dan “memenuhi” takdirnya, sebagai inspirator dunia.

yakinlah, kita pasti punya sejuta potensi yang masih bisa dikerahkan untuk menjadikan hidup kita penuh kebaikan. Jika Jean bisa melakukan sesuatu yang penuh arti di ujung hidupnya, kita pun bisa melangkah lebih pasti untuk mencapai sukses yang kita damba. Salah satu caranya: “jangan memikirkan jalan kembali”. Tapi, fokuskan pada apa yang bisa kita maksimalkan untuk melangkah lebih baik ke depan.

Terus melangkah, semoga hidup kita akan makin penuh berkah.

Monday, October 5, 2015

KISAH TENTANG BAN

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. "Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?" tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum. "Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. "Belajar dari ban?" Mata sang anak membelalak. "Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?"

Sang ayah tertawa. "Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya. Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."

Si bocah mulai serius. "Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?"

"Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah.

"Aku tahu, pasti ban ya, Yah?" jawab sang bocah antusias.

"Benar sekali. Yang ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

"Yang keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?"

"Wow, benar juga Yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.
"Nah, sifat kelima ban adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya."

"Maksud ayah apa?" tanya si bocah bingung.

"Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?" tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah.

"Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?"

"Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor."

"Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas. "Yang keenam tentang ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan."

Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita.."

Tetap semangat..💪💪

Saturday, September 26, 2015

Gema Kehidupan




saat liburan sekolah, seorang ayah untuk pertama kalinya mengajak anaknya yang berumur sepuluh tahun pergi berlibur ke daerah pegunungan. Tempat yang dituju itu ternyata sangat indah, berhawa sejuk, dan membawa suasana yang hening dan tenteram. Banyak pohon menjulang tinggi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Ayah dan anak itu berjalan-jalan menikmati eloknya pemandangan. Saking senangnya, sesekali bocah kecil itu melompat-lompat dan berlari-lari kecil ke sana kemari.

Suatu ketika, karena kurang hati-hati saat berlari-larian, anak itu tergelincir jatuh. "Aduuuuuh...!" teriaknya kesakitan. Dan sesaat hampir bersamaan, jelas terdengar suara, "Aduuuuh...!" berulang-ulang di sisi pegunungan. Anak itu terheran-heran. Penasaran dan ingin tahu dari mana asal teriakan yang menirukan suaranya tadi, si anak berteriak lagi dengan suara lebih keras.

"Hai... siapa kamuuuu...?!"

Sesaat kemudian, ia menerima jawaban yang hampir sama kerasnya, "Hai....siapa kamuuuu...?!"

Setelah itu, suasana kembali hening dan hanya desau angin yang terdengar. Anak kecil itu makin gusar karena hanya mendengar suaranya ditirukan, tetapi tidak melihat orang yang menirukan suaranya. Lalu dengan marah sekali ia berteriak sekeras-kerasnya, "Pengecut kamu...!"

Dan, sesaat kemudian ia pun langsung menerima jawaban yang sama nadanya, "Pengecut kamu...!"

 

Dengan pandangan yang heran bercampur kesal, anak itu menatap ayahnya. "Ayah, siapa orang yang iseng menirukan teriakan-teriakanku tadi? Kenapa semua ucapanku dia tiru?" tanya anak itu.

Ayahnya tersenyum bijak dan berkata, "Anakku, perhatikan baik-baik!" Kemudian, sang ayah berteriak dengan keras sekali ke arah pegunungan, "Kamu hebat...!"

Terdengar jawaban bunyi yang sama kerasnya dan berulang, "Kamu hebat...!"

Melihat roman muka anaknya yang masih keheranan, lelaki itu kembali berteriak keras-keras. "Kamu luar biasa...!" Dan sama seperti teriakan-teriakan sebelumnya yang diikuti dengan suara yang sama. "Kamu luar biasa...!"

Anak itu tetap saja keheranan sambil terus memandangi ayahnya. Tampak sekali ia tak sabar menunggu penjelasan ayahnya. Sang ayah pun berkata, "Wajar saja kau heran, anakku. Ini pengalaman pertamamu berada di tempat yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Orang menyebut suara yang memantul balik tadi sebagai gema. Itulah pantulan suara."

Sang ayah melanjutkan penjelasannya, "Sama dengan gema tadi, anakku. Kehidupan ini juga akan selalu memantulkan kembali apa pun yang kita berikan kepadanya. Maksudnya, apa pun yang kamu pikirkan, katakan, dan lakukan, maka akan seperti itu pula hasil yang kau dapat. Jika setiap saat kamu berpikir positif, mengucapkan kata-kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan disiplin, maka hidup akan menggemakan begitu banyak kebaikan ke dalam hidupmu.

Kamu akan mendapat penghormatan karena kecakapanmu berpikir, mendapat penghargaan karena kepandaianmu berbicara, juga mendapat kasih dan pertolongan dari sesama karena kebaikanmu. Dengan demikian kamu akan mendapatkan kehidupan yang sukses."


"dapat kita simpulkan bahwa hidup kita adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita lakukan. Ini sudah menjadi semacam hukum alam. Jika kita selalu berpikir negatif, penuh kekhawatiran dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya kepada kita. Jika kita ingin hidup dipenuhi dengan cinta kasih, maka ciptakanlah lebih banyak cinta kasih dalam hati kita.

Jika kita ingin lebih berhasil dalam kehidupan ini, maka kita pun harus berani memberikan yang terbaik dari yang kita miliki.Kesuksesan hari ini tidak tercipta karena kebetulan atau keberuntungan semata. Setiap keberhasilan pasti terwujud karena akumulasi dari usaha-usaha yang kita lakukan kemarin. Yang jelas, makna dari "gema kehidupan" adalah apa yang kita beri, itulah yang kita dapatkan. Siaplah memberi yang terbaik kepada kehidupan ini agar kehidupan memberi yang terbaik pula kepada kita " !

Monday, September 21, 2015

Menghargai Orang Lain

seorang perempuan setengah baya terlihat menggandeng anaknya memasuki sebuah taman besar yang ada di sebuah perkantoran terkenal. Mereka duduk di sebuah bangku panjang. Ibu itu tampak sedang memarahi anak semata wayangnya. Mulutnya tak henti-hentinya mengomel. Tak jauh dari tempat duduk itu, ada seorang kakek tua yang tengah memotong rumput.

Tiba-tiba, ibu mengeluarkan sehelai tisu dari dalam tasnya lalu melemparkannya ke arah orang tua itu. Si kakek terkejut. Ia melirik dengan pandangan heran ke arah ibu itu. Tapi, si ibu malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Tanpa mengeluarkan sepatah kata, si kakek pun memungut tisu itu pelan-pelan dan lalu memasukkannya ke dalam tong sampah.

Tak disangka sesaat kemudian, si ibu kembali melemparkan sehelai tisu ke arah si kakek. Sekali lagi, dalam diam si kakek mengambil tisu yang dibuang itu dan memasukkannya ke tong sampah. Si kakek kembali meneruskan pekerjaannya. Namun baru saja si kakek mengambil gunting rumput, untuk ketiga kalinya tisu jatuh di depannya. Si kakek kembali memungutinya dan melemparkan ke tong sampah. Kejadian ini berlangsung hingga 6-7 kali. Meski begitu, si kakek tidak menunjukkan ekspresi marah.

"Nah, coba kau lihat sendiri," ucap ibu itu kepada anaknya sembari menunjuk ke arah si kakek. "Kalau kamu malas belajar, setelah besar nanti kau akan jadi orang tak berguna. Cuma bisa jadi buruh pekerja kasar yang tidak terhormat seperti orang tua itu."

Si kakek dengan tenang melangkah mendekati wanita itu, "Nyonya, tempat ini bukan taman untuk umum. Taman ini cuma diperuntukkan bagi karyawan perusahaan kami. Hanya mereka yang boleh duduk di sini."

"Ya, aku tahu. Aku adalah manajer salah satu departemen di perusahaan ini! Aku kerja di gedung kantor ini."
"Boleh, saya pinjam handphone nyonya?"

Dengan berat hati, wanita itu memberikan ponselnya ke orang tua itu. Sembari melakukan itu, si ibu tak lupa mengajari anaknya, "Lihat kakek miskin ini. Ponsel saja tidak punya. Kamu harus rajin-rajin belajar, agar kelak tidak jadi seperti kakek yang tak berguna ini."

Selesai menelepon, si kakek mengembalikan ponsel itu dengan sopan. Tak lama kemudian, datang seorang lelaki menghadap si kakek dengan penuh hormat. Si kakek berkata, "Sekarang aku putuskan memecat ibu ini dari perusahaan."

"Ya, Pak. Saya akan langsung bereskan."

Lalu si kakek menghampiri anak kecil itu. Sembari mengucap-usap kepalanya, ia berkata, "Nak, aku harap kau mengerti, di dunia ini yang terpenting adalah belajar menghormati orang lain." Setelah berkata begitu, si kakek melangkah perlahan menuju gedung.

Si ibu kaget bukan main dengan kejadian mendadak ini. Ia lalu bertanya kepada lelaki tadi, "Kenapa bersikap penuh hormat kepada tukang kebun itu?"

"Apa, tukang kebun? Beliau adalah presiden direktur kelompok perusahaan ini. Namanya Bapak Mauritz."

Si ibu pun langsung terduduk lunglai di kursi.

"jika kita banyak mengucap syukur, dunia ini akan terasa lebih indah. Dengan menghargai dan menghormati orang lain, kita juga akan memperoleh banyak teman serta menerima cinta, kasih, dan bahagia yang berlimpah".